Dalam Handbook of New Media karya Leah A Lievrouw dan Sonia Liviston, ciri media baru adalah storege, screen, audio, visual, yang memungkinkan media tersebut memiliki multi fungsi. Contohnya, telepon genggam awalnya cuma bisa untuk berkomunikasi secara oral, sejak akhir 1990-an bisa saling mengirim teks (SMS), kirim gambar (3G), kini juga bisa dengar radio, serta dapat juga melakukan koneksi seperti halnya PC atau notebook. Di internet kita bisa memanfaatkan media on line, jejaring sosial (friendster, facebook, youtube, YM, flicker), koran digital/e-paper, yang melebur jadi satu (konvergensi media). Lebih luasnya, kita bisa nonton tivi, video, dengar radio, baca koran, dan berkomunikasi secara pribadi maupun grup/komunitas hanya melalui satu media komputer. Inilah langkah raksasa dari pesatnya teknologi komunikasi, yang semakin memudahkan seseorang untuk saling berkomunikai. Seperti istilah dari Marshall McLuhan, suatu saat dunia yang kita pijak akan menjadi sebuah desa global (global village).
Dan, pernyatan McLuhan terbukti. segala peristiwa di belahan bumi lain bisa disaksikan dalam sekejab, berkat fasilitas satelit, digitalisasi media, dan sejumlah perangkat pendukung lainnya. Contoh aktual adalah pelantikan Presiden AS Obama, yang dapat disaksikan oleh seluruh warga dunia via televisi meski kejadiannya di Capitol Hill. Washington DC, AS. Bukan cuma itu. Peristiwa tersebut, juga dapat diakses melalui internet. Dan akibatnya, segala informasi (teks, gambar, film, audio, simbol, dan tanda) bisa kita akses melalui PC, hp, notebook berkat kecanggihan internet. Sehingga pesan-pesan yang tersebar di rimba virtual/cyber space diakses oleh si pengguna (user) untuk mendapati informasi yang dibutuhkan. Meski dalam konteks ilmu komunikasi, seseorang akan menyeleksi pesan dari media sesuai kegunaan dan kebutuhannya. Namun, tanpa disadari, pesan-pesan yang menerpa tak bisa dihindari menancap di benak komunikan secara kognisi, afeksi, dan konasi. Melubernya informasi yang terdapat di setiap media menjadikan zaman ini menjadi zaman informasi, seperti yang pernah ditulis oleh Alvin Toffler bahwa dunia mengalami tiga gelombang, yaitu agraris, industri, dan informasi. Maka tak heran, jika 12 tahun lampau (1997), tema film James Bond agen 007 mengangkat tentang konglomerasi dan hegemoni media dalam Tomorrow Never Diesyang disutradarai Roger Spottiswoode dan dibintangi Pierce Brosnan dan Jonathan Pryce dengan theme song apik dari Sheryl Crow. Melubernya informasi karena konvergensi media, memang diperlukan tingkat selektivitas yang tinggi, agar informasi yang kita terima tidak menjadi mubazir.